Showing posts with label renungan. Show all posts
Showing posts with label renungan. Show all posts

Cerita pagi ini: penjual soto dengan hafalan 10 juz

Posted by : Linda Hermawati di 4:28 AM 0 Comments

Pagi ini berjodoh dengan bapak penjual soto ayam di perumahan bukit revaria sawangan.. Memang sudah kehendak Allah bertemu dengan beliau..
Kami pesan soto 2 mangkuk.. Ketika duduk, saya mendengar ada murotal yg sedang didengar bapaknya.. Masya Allah saya dan suami langsung takjub.. Nggak lama.. Ketika kami sedang bersantap, bapaknya memulai pembicaraan.. Beliau bilang mau test makanya lagi murojaah, masya Allah kami takjub.. Obrolan kami pun berlanjut.. Jadi ternyata di perumahan tersebut (saya lupa blok / sektor berapa) ada program tahfidz.. Dan bapak nya ikut itu sudah setahun lebih.. Sekarang sudah sampai 10 juz.. Masya Allah.. Umurnya sekarang 54 tahun, beliau bilang kendalanya karena sudah tua jadi agak lama menghafal..
Saya dan suami malu, takjub plus berasa kesentil.. Selama ini kok rasanya ghiroh menghafal berkurang sekali.. Tapi dari cerita bapaknya kami dapat sebuah semangad untuk memulai lagi dari awal.. Dan semoga Allah memudahkan..

Karena rezeki itu, takan tertukar

Posted by : Linda Hermawati di 9:08 AM 0 Comments

Pagi ini, saya masuk kamar mandi dengan perasaan campur aduk, dah dig dug.. Ya.. Sudah hampir 4.5 thn saya belum pernah lagi menggunakan alat pendeteksi kehamilan (testpack). Dengan harap-harap cemas, saya mencermati hasilnya, ternyata eh ternyata.. Hanya muncul 1 garis..
Perasaan kecewa terlintas di hati saya.. Kecewa yang amat sangat kecewa..
Tapi, kembali saya diingatkan oleh teman "mungkin bunda disuruh fokus sama kk key dulu..", perkataan itu membuat saya berfikir ulang, rezeki sudah didepan mata, mengapa masih berharap yang belum pasti menjadi rezeki saya? Melihat banyak teman yang bergantian hamil dan melahirkan membuat iri.. Untuk apa? Sejatinya anak satu atupun banyak, sudahkah fokus kita tertuju padanya? Sudah kah kita mensyukuri kehadiran anak2 kita? Dan sudahkah kita memberikan hak mereka sepenuh hati kita? Allah itu tidak mungkin salah dalam menilai, dalam memberi, dalam menitipkan.. Allah maha tahu kan?
Jadi dimana letak keimanan saya selama ini? Tidak mensyukuri nikmat, menyia-nyiakan amanah, mengabaikan hak anak..
Allah, maafkan saya karena terlalu memaksakan dalam berkehendak, terlalu memaksa ketika meminta.. Allah, jadikanlah saya orang yang pandai bersyukur..

Mengingat maut

Posted by : Linda Hermawati di 9:39 AM 0 Comments

Hm.. Berat nya untuk postingan kali ini. Kronologisnya gini.. Pagi ini.. Ketika me time, seperti biasa saya baca-baca status temen2 si fb, nah kebetulan di timeline saya ada status teman smp saya, saya lupa detailnya gimana tapi intinya adalah beliau baru saja ditinggal meninggal oleh istrinya..
Penasaran saya telusuri fb beliau.. Terkejut karena ternyata selain pasangan muda, mereka juga baru dikaruniai seorang anak, dan memang istrinya meninggal karena kelainan jantung bawaan yg kambuh setelah proses melahirkan.. Ya Allah.. Semoga Allah mengampuni segala dosanya.. Aamiin..
Saya langsung berfikir.. Gimana ya kalau itu terjadi sama diri saya? Apakah saya sudah siap? Jawabannya adalah belum sama sekali! Tp.. Maut itu kan datangnya tanpa permisi.. :(( lalu saya teringat kalau anak saya jika ditinggalkan..suami ditinggalkan.. Sesak rasanya dada ini membayangkannya..
Perjalanan panjang di alam barzah.. Apakah mudah saya jalani? Sedangkan setiap hari dosa bertambah.. Kualitas iman yg naik turun.. Ibadah yg masih sekedarny dan ilmu yg masih cetek *mewek*
Semoga Allah mengampuni segala dosa2 ku, Ya Allah, matikan lah aku dalam keadaan khusnul khotimah.. Aamiin..

Bahagia itu kita yang menciptakan

Posted by : Linda Hermawati di 8:29 AM 0 Comments

Mungkin banyak yg sudah pernah membaca / mendengar cerita berikut :
Ada seorang ayah dengan anaknya melakukan perjalanan menggunakan keledai. Karena hanya punya 1 keledai maka ayahnya pun menunggangi nya sedangkan si anak berjalan. Lalu orang-orang yang melihat mereka berdua brrkata "kasian ya anaknya.. Disuruh jalan sedangkan Bapaknya naik keledai". Nah karena mendengar omongan tersebut, maka si ayah memutuskan untuk berjalan dan si anak menaiki keledai..dan ketika itu terdengar orang berkata "sungguh keterlaluan ya anak itu, tidak berbakti sama bapaknya", mendengar itu sianak dan si Bapak memutuskan intuk menaiki keledainya bersama-sama.. Lalu asa orang yang berkata "sunguh kejam ya ayah anak itu, tidak kasian sama keledai membawa beban yang berat". Karena mendengar perkataan tersebut maka mereka berdua memutuskan berjalan. Hingga ada orang yang berksta "bodoh sekali ayah anak ini, punya kendaraan tapi tidak dipakai"

Nah, kalau kita terus menerus mengikuti kemauan orang lain kita tidak akan merasa tenang dan bahagia.. Ada aja salahnya..
Kebahagiaan itu kita yang menciptakan, bukan dari orang lain.. Biarkanlah orang berkata apa asalkan kita bahagia :)

* terinspirasi dari ceramah malam minggu  di masjid dekat rumah *

Sifat Buruk : LALAI

Posted by : Linda Hermawati di 7:25 AM 0 Comments

setelah sekian lama gak ikutan ngaji, akhirnya bisa berkumpul dengan orang-rang yang sholehah, merasa habis di charge iman nya :).  kajian perdana setelah cuti pra hamil-hamil-menyusui ini langsung berasa jleb banged (baca : ngena, red).Semoga kajian ini bermanfaat untuk kita semua khususnya reminder untuk diri saya sendiri (Aamiin)
Bismillahirohmannirrohiiiimmmm...

LALAI

 

Allah telah memperingatkan kita dalam Al-qur'an, Qs. Al-asr 
  1. Demi Masa
  2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, 
  3. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya menta'ati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. 
pada ayat tersebut telah jelas bahwa sesungguhnya manusia dalam kerugian besar jika ia tidak mengerjakan perintah Allah ketika hidup didunia

Lalu, Allah juga memperingatkan dalam surat An-naziat (79) : 45-46 
(45) Kamu hanyalah pemberi peringatan bagi siapa yang takut kepadanya ( hari berbangkit). 
(46) Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi hari. 

well, jelas banged disini disebutkan bahwa kita itu hidup di dunia ini hanya sebentar, bahkan diibaratkan hanya pada waktu sore atau pagi hari 

nah, udah hidup sebentar, kalau kita lalai pula maka kalau kata si ipin "matilah", "betul betul betul" :p

oke, lanjut, lalai itu terbagi menjadi 3, 

Yang pertama adalah lalai terhadap waktu
 lalai terhadap waktu dibagi lagi menjadi 2 bagian yaitu tindakan dan esensi
nah, coba hitung berapa jam waktu luang kita, lalu kita pergunakan untuk apa.. 

Yang kedua lalai terhadap kondisi 
ada 5 kondisi dalam kehidupan manusia :
  • sehat sebelum sakit
  • lapang sebelum sempit
  • kaya sebelum miskin
  • muda sebelum tua
  • hidup sebelum mati 
nah, gunakanlah 5 kondisi sebelum datangnya 5 kondisi diatas :)

Dan yang terakhir adalah lalai terhadap potensi
ALlah memberikan kita potensi penglihatan dan pendengaran. digunakan untuk apakah kedua potensi yang Allah berikan? Allah berfirman dalam surat Al-araf (7) : 179 yang isinya :

Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.


Surat Dari Iblis

Posted by : Linda Hermawati di 10:27 PM 0 Comments
( Surat Dari Iblis)

( Surat ini akan
membuat anda benar-benar berfikir)

(Sebenarnya
surat ini hampir membuatku Gila saat aku membacanya, tapi aku
harus memforwardnya karena catatan kecil dibawahnya)

************ ********* ********* ********* *
SURAT DARI SETAN UNTUK MU

Aku melihatmu kemarin, saat engkau
memulai aktifitas harianmu.

Kau bangun tanpa sujud
mengerjakan subuhmu

Bahkan kemudian, kau juga tidak
mengucapkan "Bismillah" sebelum memulai santapanmu, juga
tidak sempat mengerjakan shalat Isha sebelum berangkat ketempat
tidurmu

Kau benar2 orang yang bersyukur, Aku
menyukainya

Aku tak dapat mengungkapkan betapa
senangnya aku melihatmu tidak merubah cara hidupmu.

Hai Bodoh, Kamu millikku.

Ingat, kau Dan aku sudah
bertahun-tahun bersama,

Dan aku masih belum bisa benar2
mencintaimu .

Malah aku masih membencimu, karena
aku benci Allah.

Aku hanya menggunakanmu untuk
membalas dendamku kepada Allah.

Dia sudah mencampakkan aku dari
surga, Dan aku akan tetap memanfaatkanmu sepanjang masa untuk
mebalaskannya

Kau lihat, ALLAH MENYAYANGIMU Dan dia
masih memiliki rencana-rencana untukmu dihari depan.

Tapi kau sudah menyerahkan
hidupmu padaku,

Dan aku akan membuat kehidupanmu
seperti neraka.

Sehingga Kita bisa bersama dua kali
Dan ini akan menyakiti hati ALLAH

Aku benar-benar berterimakasih
padamu, karena aku sudah menunjukkan kepada NYA siapa yang
menjadi pengatur dalam hidupmu dalam masa2 yang kita jalani

Kita nonton film porno bersama,
memaki orang, mencuri, berbohong, munafik, makan
sekenyang-kenyangya , guyon2an jorok, bergosip, manghakimi orang,
menghujam orang dari belakang, tidak hormat pada orang tua.
Tidak menghargai Masjid, berperilaku
buruk.

TENTUNYA kau tak ingin
meninggalkan ini begitu saja.

Ayolah, Hai Bodoh, kita
terbakar bersama, selamanya.

Aku masih memiliki rencana2
hangat untuk kita.

Ini hanya merupakan surat penghargaanku untuk mu.

Aku ingin mengucapkan
'TERIMAKASIH' karena sudah mengizinkanku memanfaatkan hampir
semua masa hidupmu.

Kamu memang sangat mudah dibodohi,
aku menertawakanmu.

Saat kau tergoda berbuat dosa kamu
menghadiahkan tawa.

Dosa sudah mulai mewarnai
hidupmu.

Kamu sudah 20 tahun lebih tua, dan
sekarang aku perlu darah muda.

Jadi, pergi dan lanjutkanlah
mengajarkan orang-orang muda bagaimana berbuat dosa.


Yang perlu kau lakukan adalah
merokok, mabuk-mabukan, berbohong, berjudi, bergosip, dan
hiduplah se-egois mungkin.

Lakukan
semua ini didepan anak-anak dan mereka akan menirunya.

Begitulah
anak-anak .

Baiklah, aku
persilahkan kau bergerak sekarang.

Aku akan
kembali beberapa detik lagi untuk menggoda mu lagi.

Jika kau
cukup cerdas, kau akan lari sembunyi, dan bertaubat atas
dosa-dosamu.

Dan hidup
untuk Allah dengan sisa umurmu yang tinggal sedikit.

Memperingati orang bukan tabiatku, tapi diusiamu sekarang dan tetap melakukandosa, sepertinya memang agak aneh.

Jangansalah sangka, aku masih tetap membencimu.

Hanya sajakau harus menjadi orng tolol yang lebih baik dimata ALLAH.

Catatan: Jika kau
benar2 menyayangiku , kau tak akan membagi surat ini dengan
siapapun

Renungan bagi yang single dan yang sudah menikah

Posted by : Linda Hermawati di 10:21 PM 0 Comments
Alkisah seorang raja yang kaya raya dan sangat baik, ia mempunyai
banyak sekali emas dan kuningan, karena terlalu banyak sehingga antara
emas dan kuningan tercampur menjadi satu. Suatu hari raja yang baik
hati ini memberikan hadiah emas kepada seluruh rakyatnya, dia membuka
gudangnya lalu mempersilakan rakyatnya mengambil kepingan emas terserah
mereka.
Karena
antara emas dan kuningan tercampur menjadi satu sehingga sulit sekali
di bedakan, mana yang emas dan mana yang kuningan, lalu mana yang
emasnya 24 karat dan mana yang emasnya hanya 1 karat, namun ada
peraturan dari sang raja, yaitu apabila mereka sudah memilih dan
mengambil satu dari emas itu, mereka tidak boleh mengembalikannya lagi.
Tetapi
raja menjanjikan bagi mereka yang mendapat emas hanya 1 karat atau
mereka yang mendapatkan kuningan, mereka dapat bekerja dikebun raja dan
merawat pemberian raja itu dengan baik, maka raja akan menambah dan
memberikan kadar karat itu sedikit demi sedikit.
Mendengar itu
bersukacitalah rakyatnya, sambil mengelu-elukan rajanya. Mereka datang
dari penjuru tempat, dan satu persatu dari mereka dengan berhati-hati
mengamat-amati benda-benda itu, waktu yang diberikan kepada mereka
semua ialah satu setengah hari, dengan perhitungan setengah hari untuk
memilih, setengah hari untuk merenungkan, dan setengah hari lagi untuk
memutuskan.
Para prajurit selalu siaga menjaga keamanan pemilihan
emas tersebut, karena tidak jarang terjadi perebutan emas yang sama
diantara mereka. Selama proses pemilihan berlangsung, seorang prajurit
mencoba bertanya kepada salah seorang rakyatnya, "apa yang kau
amat-amati, sehingga satu setengah hari kau habiskan waktumu disini?",
jawab orang itu "tentu saja aku harus berhati-hati, aku harus
mendapatkan emas 24 karat itu",
lalu tanya prajurit itu lagi
"seandainya emas 24 karat itu tidak pernah ada, atau hanya ada satu
diantara setumpuk emas ini, apakah engkau masih saja mencarinya?,
sedangkan waktumu sangat terbatas", jawab orang itu lagi "tentu saja
tidak, aku akan mengambil emas terakhir yang ada ditanganku begitu
waktuku habis".
Lalu prajurit itu berkeliling dan ia menjumpai
seorang yang tampan,melihat perangainya ia adalah seorang kaya,
bertanyalah prajurit itu kepadanya "hai orang kaya apa yang kau cari
disini, bukankah engkau sudah lebih dari cukup?" ,jawab orang kaya itu
"bagiku hidup adalah uang, kalau aku bisa mengambil emas ini, tentu
saja itu berarti menambah keuntunganku" .
Kemudian prajurit itu
kembali mengawasi satu persatu dari mereka, maka tampak olehnya
seseorang, yang sejak satu hari ia selalu menggenggam kepingan emasnya,
lalu dihampirinya orang itu "mengapa engkau diam disini?, tidakkah
engkau memilih emas-emas itu? atau tekadmu sudah bulat untuk mengambil
emas itu?", mendengar perkataan prajurit itu, orang ini hanya diam
saja, maka prajurit itu bertanya lagi "atau engkau yakin bahwa itulah
emas 24 karat, sehingga engkau tidak lagi berusaha mencari yang lain?",
orang itu masih terdiam, prajurit itu semakin penasaran, lalu ia lebih
mendekat lagi
"tidakkah engkau mendengar pertanyaanku? ", sambil
menatap prajurit, orang itu menjawab "tuan saya ini orang miskin, saya
tidak pernah tahu mana yang emas dan mana yang kuningan, tetapi hati
saya memilih emas ini, sayapun tidak tahu, berapa kadar emas ini, atau
jika ternyata emas ini hanya kuninganpun saya juga tidak tahu". "lalu
mengapa engkau tidak mencoba bertanya kepada mereka, atau kepadaku
kalau engkau tidak tahu" tanya prajutit itu lagi.
"Tuan emas dan
kuningan ini milik raja, jadi menurut saya hanya raja yang tahu, mana
yang emas dan mana yang kuningan, mana yang 1 karat dan mana yang 24
karat. Tapi satu hal yang saya percaya janji raja untuk mengubah
kuningan menjadi emas itu yang lebih penting" jawabnya lugu. Prajurit
ini semakin penasaran "mengapa bisa begitu?", "bagi saya berapapun
kadar karat emas ini cukup buat saya, karena kalau saya bekerja, saya
membutuhkan waktu bertahun-tahun menabung untuk membeli emas tuan"
prajurit
tampak tercengang mendengar jawaban dari orang ini, lalu ia melanjutkan
perkataannya "lagi pula tuan, peraturannya saya tidak boleh menukar
emas yang sudah Saya ambil", "tidakkah engkau mengambil emas-emas yang
lain dan menukarkannya sekarang, selagi masih ada waktu?" tanya
prajurit lagi, "saya sudah menggunakan waktu itu, kini waktu setengah
hari terakhir saya,
inilah saatnya saya mengambil keputusan, jika
saya gantikan emas ini engan yang lain, belum tentu saya mendapat yang
lebih baik dari punya saya ini, saya memutuskan untuk mengabdi pada
raja dan merawat milik saya ini,untuk menjadikannya emas yang murni",
tak lama lagi lonceng istana berbunyi,tanda berakhir sudah kegiatan
mereka.
Lalu raja keluar dan berdiri ditempat yang tinggi sambil
berkata "wahai rakyatku yang kukasihi, semua emas yang kau genggam itu
adalah hadiah yang telah kuberikan, sesuai dengan perjanjian, tidak
seorangpun diperbolehkan menukar ataupun menyia-nyiakan hadiah itu,
jika didapati hal diatas maka orang itu akan mendapat hukuman karena ia
tidak menghargai raja" kata-kata aja itu disambut hangat oleh
rakyatnya.
Lalu sekali lagi dihadapan rakyatnya raja ingin
memberitahu tentang satu hal "dan ketahuilah, bahwa sebenarnya tidak
ada emas 24 karat itu, hal ini dimaksudkan bahwa kalian semua harus
mengabdi kepada kerajaan, dan hanya akulah yang dapat menambah jumlah
karat itu, karena akulah yang memilikinya. Selama satu setengah hari,
setengah hari yang kedua yaitu saat kuberikan waktu kepada kalian semua
untuk merenungkan pilihan, kalian kutunggu untuk datang kepadaku
menanyakan perihal emas itu, tetapi sayang sekali hanya satu orang yang
datang kepadaku untuk menanyakannya" . Demikianlah raja yang baik hati
dan bijaksana itu mengajar rakyatnya,dan selama bertahun-tahun ia
dengan sabar menambah karat satu persatu dari emas rakyatnya.
Dikutip
dari : Kumpulan Sharing dan Cerpen Judul Asli: When We Have to Choice
Berharap melalui alkisah diatas kita dapat merefleksi diri dalam
mencari pasangan hidup :
•Bagi yang sedang mencari pasangan alias cari pacar(setengah hari untuk memilih) Memilih memang boleh tapi
manusia tidak ada yang sempurna, jangan lupa emas-emas itu milik sang
raja, jadi hanya dia yang tahu menahu masalah itu, artinya setiap
manusia milik Tuhan jadi berdoalah untuk berkomunikasi denganNya
tentang pasangan Anda.
•Bagi yang telah memperoleh pasangan tapi belum menikah (setengah hari untuk merenungkan) Mungkin pertama kali Anda mengenal,
si dia nampak emas 24 karat,ternyata setelah bertahun-tahun kenal, si
dia hanya berkadar 10 karat. Diluar, memang kita dihadapkan dengan
banyak pilihan, sama dengan rakyat yangm memilih emas tadi, akan tetapi
pada saat kita sudah mendapatkannya, belum tentu waktu kita
melepaskannya kita mendapat yang lebih baik. Jadi jika dalam tahap ini
Anda merasa telah mendapatkan dia, hal yang terbaik dilakukan ialah
menilai secara objektiv siapa dia (karena itu keterbukaan dan
komunikasi sangat penting dalam menjalin hubungan), dan menyelaraskan
hati Anda bersamanya, begitu Anda tahu tentang hal terjelek dalam
dirinya sebelum Anda menikah itu lebih baik, dengan demikian Anda tidak
merasa shock setelah menikah, tinggal bagaimana Anda menerimanya, Anda
mampu menerimanya atau tidak, Anda mengusahakan perubahannya atau
tidak,"cinta selalu berjuang", dan jangan anggap tidak pernah ada
masalah dalam jalan cinta Anda, justru jika dalam tahap ini Anda tidak
pernah mengalami masalah dengan pasangan Anda (tidak pernah bertengkar
mungkin). Anda malah harus berhati- hati, karena ini adalah hubungan
yang tidak sehat, berarti banyak kepura-puraan yang ditampilkan dalam
hubungan Anda yang terpenting adalah niat baik diantara pasangan,
sehingga dengan komitmen dan cinta, segala sesuatu selalu ada jalan
keluarnya. Meskipun dalam tahap ini Anda masih punya waktu setengah
hari lagi untuk memutuskan, artinya anda masih dapat berganti pilihan,
akan tetapi pertimbangkan dengan baik hal ini.
•Bagi yang telah menikah (setengah hari untuk memutuskan) Dalam tahap ini, siapapun dia berarti
anda telah mengambil keputusan untuk memilihnya, jangan berfikir untuk
mengambil keuntungan dari pasangan Anda, jika ini terjadi berarti Anda
egois, sama halnya dengan orang kaya diatas, dan dengan demikian Anda
tidak pernah puas dengan diri pasangan Anda,maka tidak heran banyak
terjadi perselingkuhan. Anda tidak boleh merasa menyesal dengan pilihan
Anda sendiri,jangan kuatir raja selalu memperhatikan rakyatnya, dan
menambah kadar karat pada emasnya.

Jadi percayalah
kalau Tuhan pasti akan memperhatikan Anda, dan Dia yang paling berkuasa
mengubah setiap orang. Perceraian bukanlah solusi, sampai kapan kita
harus menikah lalu bercerai, menikah lagi dan bercerai lagi ???,
ingatlah si dia adalah hadiah, siapapun dia terimalah dia karena sekali
lagi itulah pilihan Anda, ingat ini adalah setengah hari terakhir yaitu
waktu untuk memutuskan, setelah itu Anda tidak boleh menukar atau
meyia-nyiakan emas Anda, jadi peliharalah pasangan Anda sebagaimana
hadiah terindah yang telah Tuhan berikan. Dan apapun yang terjadi
dengan pasangan Anda komunikasikanlah dengan Tuhan, karena Dia yang
memiliki hati setiap manusia ........

Tidak ada alasan utk TIDAK

Posted by : Linda Hermawati di 5:32 PM 0 Comments












wortel, kopi dan telur

Posted by : Linda Hermawati di 9:43 PM 0 Comments
Sepotong wortel, sebutir telur, dan secangkir kopi..... Engkau tidak akan memiliki pandangan yang sama lagi terhadap secangkir kopi setelah membaca artikel ini.

Seorang wanita muda menemui ibunya untuk menceritakan jalan hidup nya dan mengeluh bagaimana susah nya hidup nya. Dia tidak tau apakah dia sanggup menempuh jalan hidup nya atau dia hendak menyerah saja. Dia sudah capek menjalani nya. Sepertinya satu persoalnya terjawab, yang lain sudah menunggu.

Sang ibu membawa anak perempuannya ini ke dapur. Sang ibu mengisi tiga panci dengan air dan menaruhnya di atas kompor dan di panaskan dengan api yang besar. Setelah ketiga nya mendidih, sang ibu manaruh beberapa buah wortel di panci pertama, beberapa butir telur di panci kedua, dan beberapa sendok kopi di panci ketiga. Lalu ia mendiamkan nya sampai mendidih tanpa berkata apa-apa.

Setelah 20 menit berlalu, sang ibu mematikan kompor itu dan meletakan wortel, telur, dan kopi di mangkok masing-masing. Lalu dia bertanya kepada anak ini, apa yang kamu liat?

"Wortel, telur, dan kopi", jawab sang anak.

Sang ibu membawa anaknya lebih dekat lagi untuk melihat kembali dengan seksama dan meminta anak ini untuk menjamah wortel tersebut. Sang anak sadar wortel itu berubah dari keras menjadi empuk. Kemudian sang ibu minta anak ini untuk mengambil telur dan memecahkan nya. Setelah mengupas kulitnya, sang anak melihat telur yang keras dan matang. Kemudian sang ibu meminta anak ini untuk merasakan kopi nya. Sang anak tersenyum setelah mencium aroma sedap kopi itu. Lalu ia bertanya kepada ibunya,

"Apakah artinya semua nya ini, Bu?"

Sang ibu menjelaskan bahwa setiap obyek tersebut memiliki tantangan yang sama, yaitu: air mendidih. Tetapi setiap obyek memiliki reaksi yang berbeda.

Wortel yang tadinya keras dan kuat, setelah di rebus dengan air mendidih, menjadi lunak dan lemah.
Telur yang tadi nya sangat mudah pecah, kulit nya yang tipis melindungi isinya yang cair, setelah direbus dengan air mendidih, isinya yang tadi nya berair menjadi keras.

Bubuk kopi sangat unik. Setelah direbus dengan air mendidih, bubuk kopi itu yang merubah air tersebut. Bukan hanya merubah air yang merebus nya, tapi juga menghasilkan aroma yang sedap.

"Engkau mencerminkan obyek yang mana, anakku?". Ketika tantangan menghalang jalan hidupmu, bagaimana reaksi mu?

Kamu seperti wortel, telur atau bubuk kopi itu?

Pikirkanlah: apakah aku ini seperti wortel yang kelihatannya kuat, tetapi ketika menghadapi tantangan, aku menjadi lunak dan lemah?

Atau apakah aku ini memiliki hati yang lembut tetapi dapat berubah menjadi keras setiap kali mengalami panas nya suasana? Apakah aku memiliki roh yang lembut, tetapi setelah mengalami kegagalan, kesulitan keuangan, penyakit, dan tantangan yang laen nya menjadi keras?

Atau seperti bubuk kopi kan aku ini? Bubuk kopi itulah yang merubah air yang sebenernya membawa tantangan baginya. Dan ketika air itu menjadi panas mendidih, bahkan melepaskan aroma sedap nya kopi tersebut. Kalo engkau seperti bubuk kopi itu, ketika engkau mengalami kejadian terburuk dalam hidup mu sekalipun, engkau menjadi lebih baik dan bahkan sanggup merubah situasi di sekitar mu.

Bagaimanakah anda menghadapi tantangan hidup? Apakah anda seperti wortel, telur, atau bubuk kopi?

Berapa Lama Kita Dikubur?

Posted by : Linda Hermawati di 8:41 PM 0 Comments
Awan sedikit mendung, ketika kaki kaki kecil Yani berlari-lari gembira di atas jalanan menyeberangi kawasan lampu merah Karet.

Baju merahnya yg Kebesaran melambai Lambai di tiup angin. Tangan kanannya memegang Es krim sambil sesekali mengangkatnya ke mulutnya untuk dicicipi, sementara tangan kirinya mencengkram Ikatan sabuk celana ayahnya.

Yani dan Ayahnya memasuki wilayah pemakaman umum Karet, berputar sejenak ke kanan & kemudian duduk Di atas seonggok nisan "Hj Rajawali binti Muhammad 19-10-1915 : 20- 01-1965 "

"Nak, ini kubur nenekmu mari Kita berdo'a untuk nenekmu" Yani melihat wajah ayahnya, lalu menirukan tangan ayahnya yg mengangkat ke atas dan ikut memejamkan mata seperti ayahnya. Ia mendengarkan ayahnya berdo'a untuk Neneknya...

"Ayah, nenek waktu meninggal umur 50 tahun ya Yah." Ayahnya mengangguk sembari tersenyum, sembari memandang pusara Ibu-nya.

"Hmm, berarti nenek sudah meninggal 42 tahun ya Yah..." Kata Yani berlagak sambil matanya menerawang dan jarinya berhitung. "Ya, nenekmu sudah di dalam kubur 42 tahun ... "

Yani memutar kepalanya, memandang sekeliling, banyak kuburan di sana . Di samping kuburan neneknya ada kuburan tua berlumut "Muhammad Zaini: 19-02-1882 : 30-01-1910"

"Hmm.. Kalau yang itu sudah meninggal 106 tahun yang lalu ya Yah", jarinya menunjuk nisan disamping kubur neneknya. Sekali lagi ayahnya mengangguk. Tangannya terangkat mengelus kepala anak satu-satunya. "Memangnya kenapa ndhuk ?" kata sang ayah menatap teduh mata anaknya. "Hmmm, ayah khan semalam bilang, bahwa kalau kita mati, lalu di kubur dan kita banyak dosanya, kita akan disiksa dineraka" kata Yani sambil meminta persetujuan ayahnya. "Iya kan yah?"

Ayahnya tersenyum, "Lalu?"
"Iya .. Kalau nenek banyak dosanya, berarti nenek sudah disiksa 42 tahun dong yah di kubur? Kalau nenek banyak pahalanya, berarti sudah 42 tahun nenek senang dikubur .... Ya nggak yah?" mata Yani berbinar karena bisa menjelaskan kepada Ayahnya pendapatnya.

Ayahnya tersenyum, namun sekilas tampak keningnya berkerut, tampaknya cemas ..... "Iya nak, kamu pintar," kata ayahnya pendek.

Pulang dari pemakaman, ayah Yani tampak gelisah Di atas sajadahnya, memikirkan apa yang dikatakan anaknya... 42 tahun hingga sekarang... kalau kiamat datang 100 tahun lagi...142 tahun disiksa .. atau bahagia dikubur ..... Lalu Ia menunduk ... Meneteskan air mata...

Kalau Ia meninggal .. Lalu banyak dosanya ...lalu kiamat masih 1000 tahun lagi berarti Ia akan disiksa 1000 tahun?
Innalillaahi WA inna ilaihi rooji'un .... Air matanya semakin banyak menetes, sanggupkah ia selama itu disiksa? Iya kalau kiamat 1000 tahun ke depan, kalau 2000 tahun lagi? Kalau 3000 tahun lagi? Selama itu ia akan disiksa di kubur. Lalu setelah dikubur? Bukankah Akan lebih parah lagi?
Tahankah? padahal melihat adegan preman dipukuli massa ditelevisi kemarin ia sudah tak tahan?

Ya Allah... Ia semakin menunduk, tangannya terangkat, keatas bahunya naik turun tak teratur.... air matanya semakin membanjiri jenggotnya

Allahumma as aluka khusnul khootimah.. berulang Kali di bacanya DOA itu hingga suaranya serak ... Dan ia berhenti sejenak ketika terdengar batuk Yani.

Dihampirinya Yani yang tertidur di atas dipan Bambu. Di betulkannya selimutnya. Yani terus tertidur.... tanpa tahu, betapa sang bapak sangat berterima kasih padanya karena telah menyadarkannya arti sebuah kehidupan... Dan apa yang akan datang di depannya...

"Yaa Allah, letakkanlah dunia ditanganku, jangan Kau letakkan dihatiku..."

Sebarkan e-mail ini ke saudara-saudara Kita, mudah-mudahan bermanfaat.. .

No God or Know God? (Worth Reading)

Posted by : Linda Hermawati di 7:44 PM 0 Comments





An atheist professor of philosophy speaks to his class on the problem Science has with God, The Almighty.

He asks one of his new students to stand and.....

Prof: So you believe in God?

Student: Absolutely, sir.

Prof: Is God good?

Student: Sure.

Prof: Is God all-powerful?

Student: Yes.

Prof: My brother died of cancer even though he prayed to God to heal him.

Most of us would attempt to help others who are ill. But God didn't. How is this God good then? Hmm? (Student is silent.)

Prof: You can't answer, can you? Let's start again, young fellow. Is God good?

Student: Yes.

Prof: Is Satan good?

Student: No.

Prof: Where does Satan come from?

Student: From...God.. .

Prof: That's right. Tell me son, is there evil in this world?

Student: Yes.

Prof: Evil is everywhere, isn't it? And God did make everything. Correct?

Student: Yes.

Prof: So who created evil?

(Student does not answer.)

Prof: Is there sickness? Immorality? Hatred? Ugliness? All these terrible things exist in the world, don't they?

Student: Yes, sir.

Prof: So, who created them?

(Student has no answer.)

Prof: Science says you have 5 senses you use to identify and observe the world around you. Tell me, son...Have you ever seen God?

Student: No, sir.

Prof: Tell us if you have ever heard your God?

Student: No, sir.

Prof: Have you ever felt your God, tasted your God, smelt your God? Have you ever had any sensory perception of God for that matter?

Student: No, sir. I'm afraid I haven't.

Prof: Yet you still believe in Him?

Student: Yes.

Prof: According to empirical, testable, demonstrable protocol, science says your GOD doesn't exist. What do you say to that, son?

Student: Nothing. I only have my faith.

Prof: Yes. Faith. And that is the problem science has.

Student: Professor, is there such a thing as heat?

Prof: Yes.

Student: And is there such a thing as cold?

Prof: Yes.

Student: No sir. There isn't.

(The lecture theatre becomes very quiet with this turn of events.)


Student: Sir, you can have lots of heat, even more heat, superheat, mega heat, white heat, a little heat or no heat. But we don't have anything called cold. We can hit 458 degrees below zero which is no heat,

But we can't go any further after that. There is no such thing as cold. Cold is only a word we use to describe the absence of heat. We cannot measure cold.

Heat is energy. Cold is not the opposite of heat, sir, just the absence of it.

(There is pin-drop silence in the lecture theatre.)

Student: What about darkness, Professor? Is there such a thing as darkness?

Prof: Yes. What is night if there isn't darkness?

Student: You're wrong again, sir. Darkness is the absence of something. You can have low light, normal light, bright light, flashing light....But if you have no light constantly, you have nothing and its called darkness, isn't it? In reality, darkness isn't.

If it were you would be able to make darkness darker, wouldn't you?

Prof: So what is the point you are making, young man?

Student: Sir, my point is your philosophical premise is flawed.

Prof: Flawed? Can you explain how?

Student: Sir, you are working on the premise of duality. You argue there is life and then there is death, a good God and a bad God. You are viewing the concept of God as something finite, something we can measure.

Sir, science can't even explain a thought. It uses electricity and magnetism, but has never seen, much less fully understood either one.

To view death as the opposite of life is to be ignorant of the fact that death cannot exist as a substantive thing. Death is not the opposite of life: just the absence of it. Now tell me, Professor. Do you teach your students that they evolved from a monkey?

Prof: If you are referring to the natural evolutionary process, yes, of course, I do.

Student: Have you ever observed evolution with your own eyes, sir?

(The Professor shakes his head with a smile, beginning to realize where the argument is going.)

Student: Since no one has ever observed the process of evolution at work and cannot even prove that this process is an on-going endeavour, are you not teaching your opinion, sir? Are you not a scientist but a preacher?

(The class is in uproar.)

Student: Is there anyone in the class who has ever seen the Professor's brain?

(The class breaks out into laughter.)

Student: Is there anyone here who has ever heard the Professor's brain, felt it, touched or smelt it? No one appears to have done so. So, according to the established rules of empirical, stable, demonstrable protocol, science says that you have no brain, sir.

With all due respect, sir, how do we then trust your lectures, sir?

(The room is silent. The professor stares at the student, his face unfathomable. )

Prof: I guess you'll have to take them on faith, son.

Student: That is it sir... The link between man & god is FAITH.

That is all that keeps things moving & alive....... ......... ..

nothing is too late

Posted by : Linda Hermawati di 7:40 PM 0 Comments
Chart **
**Rata- rata manusia meninggal dunia antara usia 60 thn-70thn (mayoritas) *
*
**Pukul rata manusia meninggal *± 65 th, beruntung yg diberikan umur panjang
dan dimanfaatkan sisa umurnya.
*

?Baligh: Start untuk seseorang di perhitungkan amal baik atau buruknya
selama hidup di dunia? *
Laki-laki Baligh ± 15 tahun

*
**Wanita Baligh *± 12 tahun
*

Usia *Yang tersisa untuk kita beribadah kepada-Nya kita pukul rata dengan
rumus:
*
MATI-BALIGH= *sisa USIA ?????..65-15= 50 tahun *

Lalu 50 tahun ini digunakan untuk apa saja ? *

[image: []]
*

**
12 jam siang hari
12 jam malam hari
24 jam satuharisatumalam *
*
**Mari kita telaah bersama. **

Waktu kita tidur **± 8 jam/hari *
Dalam 50 tahun waktu yang habis dipakai tidur 18250 hari x 8 jam= 146000
jam=16 tahun, 7 bulan??
di bulatkan jadi *17 tahun **

Logikanya : *Alangkah sayangnya waktu 17 tahun habis di gunakan untuk tidur,
padahal kita akan tertidur dari dunia untuk selamanya? *

Catatan: *Yang lebih bermasalah lagi bagi mereka yang tumor alias tukang
molor, bisa jadi 12 jam/hari =25 tahun habis tertidur!!! Hati-hati dengan
penyakit TUMOR? *

Waktu aktivitas kita di siang hari **± 12 jam *
Dalam 50 tahun waktu yang habis dipakai aktivitas:18250 hari x12 jam=219000
jam= *25 tahun **

Aktivitas disiang hari : ! *Ada yang bekerja, atau bercinta, ada yang
belajar atau mengajar, ada yang sekolah atau kuliah, ada yang makan sambil
jalan-jalan, ada pula yang gambling sambil maling?
dan masih banyak lagi aktivitas lainnya yang tak pernah bisa disamaratakan
satu dengan yang lain??... *

Waktu aktivitas santai atau rilexsasi **± 4 jam *
Dalam 50 tahun waktu yang dipakai rileksasi 18250 hari x 4 jam= 73000 jam =
*8 tahun **

Realisasi rileksasi: *biasanya nonton tv sambil minum kopi, ada pula yang
belajar mati-matian/ bikin contekan habis-habisan buat ujian, atau mungkin
dihabiskan termenung di buai khayalan??
*
17 tahun + 25 tahun + 8 tahun = 50 tahun **Plus plos/ Balance **
Tidur??Ngelembur? Nganggur *

*
Lalu kapan Ibadahnya? *
Padahal manusia diciptakan-Nya tiada lain dan tiada bukan untuk semua dan
segalanya hanyalah beribadah kepada-Nya, karena satu hal yang pasti kita
akan kembali ke alam hakiki Illahi.
*
Maut datang menjemput tak pernah bersahut
Malaikat datang menuntut untuk merenggut
Manusia tak kuasa untuk berbicara
Tuhan Maha Kuasa atas syurga dan Neraka? *
Memang benar! kuliah itu ibadah, kalau niat kuliahnya untuk ibadah, lha
wong kita mah kuliah mau nyari ijazah, bakal nanti bekerja agar mudah
mencari nafkah?

Memang benar ! Bekerja cari nafkah itu ibadah, tapi bekerja yang bagaimana?
Orang kita bekerja sikut sanah sikut sinih, banting tulang banting orang,
tujuan utamanya cari uang buat beli barang-barang biar dipandang
orang-orang? ..


jarang orang menolak untuk di puji dan di puja tatkala mereka berjaya ?
Pernah kita membaca bismillah saat hendak berangkat kuliah tapi sayang hanya
sekedar pernah?
Pernah kita berniat mulia saat hendak mencari nafkah, tapi semuanya terlupa
ketika melihat gemerlapnya dunia. *

Lalu kapan ibadahnya? *
Oh mungkin saat sholat yang 5 waktu itu *dianggap cukup *?!
Karena kita pikir; sholat begitu besar pahalanya, sholat amalan yang dihisab
paling pertama, sholat jalan untuk membuka pintu syurga???Kenapa kita harus
cukup kalau ibadah kita hanyalah sholat kita ! *

Berapa sholat kita dalam 50 tahun ? *

1x sholat = ± 10 menit ?..5x sholat ± 1 jam
Dalam waktu 50 tahun waktu yang terpakai sholat=18250 hari x I jam =18250
jam= 2 tahun *
ini dengan asumsi semua sholat kita diterima oleh Allah swt. **

Kesimpulan: *waktu yang kita manfaatkan dalam 50 tahun di dunia cuma 2 tahun
untuk sholat????
2 tahun dari 50 tahun kesempatan kita?.itupun belum tentu sholat kita
bermakna berpahala dan di terima..
Dan sekiranya sholat kita selama 2 tahun berpahala rasa-rasanya tidak
sebanding dengan perbuatan dosa-dosa kita selama 50 tahun; dalam ucap kata
kita yang selalu dusta, baik yang terasa maupun yang di sengaja, dalam ucap
kata kita yang selalu cerca terhadap orangtua, dalam harta kaya kita yang
selalu kikir terhadap orang faqir, dalam setiap laku langkah kita yang
selalu bergelimang dosa. *

Logika dari logikanya: *
Bukan satu yang tidak mungkin kita umat di akhir jaman akan berhamburan di
neraka untuk mendapatkan balasan kelalaian.
Terlalu banyak waktu yang terbuang percuma selama manusia hidup di dunia dan
semuanya itu akan menjadi bencana. *

Solusi:
Tiada kata terlambat walaupun waktu bergulir cepat, isilah dengan sesuatu
apa yang bermanfaat *. *Jangan di tunda-tunda lagi? *
Ingat malaikat maut akan datang kepada siapa saja, dimana saja dan kapan
saja. Akhirat adalah tujuan kita yang terakhir ! Apakah kita siap menyambut
malaikat maut kapan saja dan dimana saja ?


artikel ini didapat dari milist kafe-muslimah

Apakah kita merasa, kerjaan kita paling tdkk enak sedunia?

Posted by : Linda Hermawati di 7:30 PM 0 Comments
Dear friends,( for me juga c )

Kalau kita berpikir bahwa pekerjaan kita paling tdk enak sedunia, kita mesti liat gambar di bawah ini déh….
Lalu coba kita bandingin, masih énakan kerjaan siapa.... ayo coba ???


1. Paké baju Ayam seharian




2. Bawa toilet portable seharian (kebayang ga, ada orang ngedén di belakang kita...hiks. ..hiks...)



3. Benérin kabel listrik awut-awutan




4. Benérin WC mampet?



5. Ngumpulin sperma kuda?



6. Masuk lubang yang gak jelas?


7. Masuk pantat Gajah seharian?



8. Ini dia... cium kéték pelanggan seharian






Jadi apkh kita masih berpikir bahwa kerjaan kita paling tidak énak???
So, cintailah kerjaan kita dengan segenap jiwa dan raga…héhéhéhé….
Tetap semangat….!!! ! (thx mrs dining, article na)

cari kambing hitam?? no more..

Posted by : Linda Hermawati di 7:24 PM 0 Comments
emm, tanpa kita sadari, jika jika ada suatu masalah, yang dicari adalah bukan solusi dari masalah tersebut, tapi siapa yagn menyebabkan masalah itu, bener g c? kalu menurut gw c itu absolutely bener, hm...bukan cuma orang, tapi gw juga liat ke diri gw sendiri, kalu ada masalah ma kerjaan , and gw disalahin, gw bakal ngomong "itu bukan kerjaan gw!", begitu juga denan temen2 gw, yagn dicari bukan solusi, tapi kambing hitam..
well berkaca dari situ, kayana mulai sekarang stop to said "it's not my job, but her/him!"