Menerima Apa Adanya

Posted by : Linda Hermawati di 9:46 PM Seorang
pria dan kekasihnya menikah dan acaranya pernikahannya sungguh megah.
Semua
kawan-kawan dan keluarga mereka hadir menyaksikan dan menikmati hari yang
berbahagia tersebut. Suatu acara yang luar biasa mengesankan.
Mempelai wanita
begitu anggun dalam gaun putihnya dan pengantin pria dalam tuxedo hitam yang
gagah. Setiap pasang mata yang memandang setuju mengatakan bahwa mereka
sungguh-sungguh saling mencintai.

Beberapa
bulan kemudian, sang istri berkata kepada suaminya. "Sayang, aku baru membaca
sebuah artikel di majalah tentang bagaimana memperkuat tali pernikahan," katanya
sambil menyodorkan majalah tersebut.

"Masing-masing kita akan mencatat hal-hal
yang kurang kita sukai dari pasangan kita. Kemudian, kita akan membahas
bagaimana merubah hal-hal tersebut dan membuat hidup pernikahan kita bersama
lebih bahagia..... "

Suaminya
setuju dan mereka mulai memikirkan hal-hal dari pasangannya yang tidak mereka
sukai dan berjanji tidak akan tersinggung ketika pasangannya mencatat hal-hal
yang kurang baik sebab hal tersebut untuk kebaikkan mereka bersama. Malam itu
mereka sepakat untuk berpisah kamar dan mencatat apa yang terlintas dalam benak
mereka masing-masing. Besok pagi ketika sarapan, mereka siap
mendiskusikannya.

"Aku akan
mulai duluan ya", kata sang istri.
Ia lalu mengeluarkan daftarnya. Banyak sekali
yang ditulisnya, sekitar 3 halaman... Ketika ia mulai membacakan satu persatu
hal yang tidak dia sukai dari suaminya, ia memperhatikan bahwa airmata suaminya
mulai mengalir.... .

"Maaf, apakah aku harus berhenti ?" tanyanya.

"Oh tidak,
lanjutkan... " jawab suaminya.

Lalu sang istri melanjutkan membacakan semua yang
terdaftar, lalu kembali melipat kertasnya dengan manis diatas meja dan berkata
dengan bahagia.

"Sekarang
gantian ya, engkau yang membacakan daftarmu".

Dengan suara perlahan suaminya
berkata "Aku tidak mencatat sesuatupun di kertasku. Aku berpikir bahwa engkau
sudah sempurna dan aku tidak ingin merubahmu.

Engkau adalah dirimu sendiri.

Engkau cantik dan baik bagiku.

Tidak satupun dari pribadimu yang kudapatkan
kurang.... ".

Sang istri
tersentak dan tersentuh oleh pernyataan dan ungkapan cinta serta isi hati
suaminya. Bahwa suaminya menerimanya apa adanya... Ia menunduk dan menangis.... .

Dalam hidup
ini, banyak kali kita merasa dikecewakan, depresi dan sakit hati. Sesungguhnya
kita tak perlu menghabiskan waktu memikirkan hal-hal tersebut.

Hidup ini penuh
dengan keindahan, kesukacitaan dan pengharapan.

Mengapa harus menghabiskan waktu
memikirkan sisi yang buruk, mengecewakan dan menyakitkan jika kita bisa
menemukan banyak hal-hal yang indah di sekeliling kita ?

Kita akan menjadi orang
yang berbahagia jika kita mampu melihat dan bersyukur untuk hal-hal yang baik
dan mencoba melupakan yang buruk.

0 komentar:

Post a Comment